{"id":1105,"date":"2022-10-31T15:26:21","date_gmt":"2022-10-31T15:26:21","guid":{"rendered":"http:\/\/www.giliticket.id\/?p=1105"},"modified":"2022-10-31T15:26:21","modified_gmt":"2022-10-31T15:26:21","slug":"mengenal-lebih-dekat-seni-dan-budaya-di-pulau-lombok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/baligilifastboat.id\/fr\/mengenal-lebih-dekat-seni-et-budaya-di-pulau-lombok\/","title":{"rendered":"Mengenal Lebih Dekat Seni et Budaya di Pulau Lombok"},"content":{"rendered":"<p>Hal lain yang membuat Lombok unik adalah kekayaan budaya and tra disi kesenian masyarakatnya. Jika berkunjung ke Lombok, sempatkanlah untuk menikmati berbagai atraksi budaya and juga kesenian. Wisatawan a menyaksikan Tari Gandrung, Gendang Beleq, et juga Peresean.<\/p>\n<h2><strong>KESENIEN TRADISIONNEL<\/strong><\/h2>\n<p>Gendang Beleq merupakan musique traditionnelle yang dimainkan secara berkelompok. Kata Gendang berasal dari bunyi dang dang atau dung dung ketika alat musique laconique ditabuh. Dan kata beleq diambil dari bahasa Sasak yang berarti besar. Awalnya musik gendang beleq dijadikan sebagai musik penyemangat pour prajurit yang se-<br \/>\ndang berperang maupun datang dari peperangan. Namun dewasa ini, gendang beleq digunakan sebagai pengiring dalam upacara-upacara adat seperti pernikahan, aqiqah, and upacara-upacara besar.<\/p>\n<h2><strong>GENDANG B\u00c9L\u00c9Q<\/strong><\/h2>\n<p>La musique actuelle vous permet de jouer de la musique de mani\u00e8re \u00e0 ce que vous soyez en mesure de vous aider \u00e0 trouver la musique qui vous convient.<\/p>\n<h2><strong>TARI GANDRUNG<\/strong><\/h2>\n<p>Salah satu tarian yang terkenal di masyarakat Sasak adalah Tari Gandrung. C&#039;est ici que se d\u00e9roule le lancement de Tari Jangger. Lahir untuk menghibur para prajurit yang pulang dari<br \/>\nmedan perangdan awalnya hanya digunakan sebagai hiburan saja. Tari Gandrung biaisanya dilakukan di sebuah arena yang dikelilingi penonton. Diantara penonton tersebut sekaligus sebagai calon penari Gandrung. Dalam bahasa Sasak propose dengan \u00ab pengibing \u00bb et au \u00ab ngibing \u00bb yang berarti menari.<\/p>\n<p>Dalam perkembangannya, seiring berjalannyawaktu, tarian ini juga dikembangkan menjadi suatu tarian pertunjukan, denganbeberapa penataan ulangdalam segi gerak, kostum,<br \/>\njumlah pemain maupunpenyajian pertunjukannya. Sehingga dapat ditampilkan di berbagai acara baik sebagai hiburan, pertujukan seni, et sebagai dayatarik wisata.<\/p>\n<h2><strong>P\u00c9RIS\u00c9EN<\/strong><\/h2>\n<p>Peresean adalah sebuah adegan pertarungan antara dua lelaki yang bersenjatakan tongkat rotan (penjalin) et berperisai (ende dalam bahasa Sasak) kulit kerbau yang tebal et keras. Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat suku Sasak, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indon\u00e9sie. Termasuk peresean dalam seni tari daerah Lombok. Petarung dalam Peresean biaisanya disebut pepadu et wasit disebut pakembar.<\/p>\n<p>Dahulu Peresean s&#039;efforce de faire en sorte que Sasak soit en mesure de le faire pour Penjajah. Latar belakang Peresean adalah pelampiasan \u00e9motional para raja pada masa lampau ketika menang dalam perang tanding melawan musuh-musuhnya.<\/p>\n<p>Selain itu, dahulu Peresean juga termasuk media yang digunakan oleh para pepadu untuk melatihketangkasan, ketangguhan, and keberanian dalam bertanding. Konon, Peresean juga sebagai upacara memohon hujan bagi suku Sasak di musim kema-<br \/>\nrau. Kini, Peresean s&#039;adresse \u00e0 vous pour vous rendre \u00e0 Lombok.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hal lain yang membuat Lombok unik adalah\u00a0kekayaan budaya dan tra\u00a0disi kesenian masyarakatnya. Jika berkunjung ke\u00a0Lombok, sempatkanlah\u00a0untuk menikmati berbagai\u00a0atraksi budaya dan juga\u00a0kesenian. Wisatawan bisa\u00a0menyaksikan Tari Gandrung ,\u00a0Gendang Beleq, dan juga Peresean. KESENIAN TRADISIONAL Gendang Beleq merupakan musik tradisional\u00a0yang dimainkan secara berkelompok. Kata Gendang berasal dari bunyi dang dang atau dung dung\u00a0ketika alat musik tersebut ditabuh. Dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1106,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-1105","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/baligilifastboat.id\/fr\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1105","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/baligilifastboat.id\/fr\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/baligilifastboat.id\/fr\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baligilifastboat.id\/fr\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baligilifastboat.id\/fr\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1105"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/baligilifastboat.id\/fr\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1105\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baligilifastboat.id\/fr\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1106"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/baligilifastboat.id\/fr\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1105"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/baligilifastboat.id\/fr\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1105"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/baligilifastboat.id\/fr\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1105"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}